Skincare untuk Ibu Hamil: Kandungan yang Umumnya Aman dan yang Dihindari
Skincare untuk ibu hamil: kandungan yang umumnya dianggap aman, yang sebaiknya dihindari seperti retinoid, dan kapan perlu bertanya ke dokter.
Kehamilan sering membawa perubahan pada kulit: jerawat yang muncul lagi, kulit lebih kering atau lebih berminyak, dan bercak gelap di wajah yang disebut melasma. Di saat yang sama, banyak ibu hamil ragu apakah skincare yang biasa dipakai masih aman. Artikel ini merangkum panduan umum yang banyak dipakai dokter kulit dan dokter kandungan.
Artikel ini bukan pengganti saran medis. Setiap kehamilan berbeda. Tunjukkan daftar skincare-mu ke dokter kandungan atau dokter kulit, terutama sebelum memakai produk dengan bahan aktif.
Kenapa perlu hati-hati
Sebagian besar kandungan skincare hanya terserap ke tubuh dalam jumlah sangat kecil. Masalahnya, penelitian keamanan skincare pada ibu hamil sangat terbatas, karena uji klinis pada ibu hamil jarang dilakukan. Karena itu, panduan yang ada cenderung berhati-hati: kandungan yang punya risiko yang diketahui atau datanya tidak cukup disarankan untuk dihindari selama kehamilan.
Kandungan yang umumnya disarankan untuk dihindari
Retinoid
Ini kandungan yang paling sering disebut. Retinoid minum, seperti isotretinoin, diketahui dapat menyebabkan cacat lahir dan dilarang selama kehamilan. Untuk retinoid oles, risikonya jauh lebih kecil, tapi banyak dokter tetap menyarankan berhenti sebagai langkah aman.
Di daftar komposisi, retinoid muncul dengan nama seperti:
- retinol, retinal (retinaldehyde),
- retinyl palmitate, retinyl acetate,
- hydroxypinacolone retinoate,
- tretinoin, adapalene, tazarotene (obat resep).
Kalau kamu memakai Retinol dan baru tahu sedang hamil, hentikan pemakaian dan beri tahu doktermu. Paparan sebelumnya umumnya tidak perlu membuat panik, tapi dokter perlu tahu.
Hidrokuinon
Hidrokuinon adalah obat pemutih yang di Indonesia hanya boleh dipakai dengan resep dokter. Hidrokuinon terserap ke tubuh dalam jumlah yang lebih besar dibanding banyak kandungan lain, jadi umumnya dihindari selama kehamilan. Produk pemutih tanpa nomor BPOM yang jelas juga sebaiknya tidak dipakai sama sekali, hamil atau tidak.
Salicylic acid kadar tinggi dan peeling
Peeling dengan salicylic acid kadar tinggi atau peeling kimia di klinik umumnya ditunda sampai setelah melahirkan. Untuk Salicylic Acid kadar rendah di cleanser yang langsung dibilas, sebagian dokter mengizinkannya. Tanyakan ke doktermu.
Bahan lain yang perlu ditanyakan
- Bakuchiol. Sering dipasarkan sebagai alternatif retinol yang aman, tapi data keamanannya pada ibu hamil belum cukup.
- Minyak esensial dalam jumlah besar. Beberapa jenis tidak dianjurkan selama kehamilan.
- Obat jerawat resep seperti antibiotik oral tertentu. Konsultasikan setiap obat dengan dokter.
Kandungan yang umumnya dianggap aman
Kandungan berikut biasanya dianggap aman untuk dipakai selama kehamilan. Tetap konsultasikan ke dokter kalau kamu punya kondisi khusus.
- Pelembap dasar. Gliserin, Hyaluronic Acid, Ceramide, Panthenol, squalane, petrolatum.
- Niacinamide. Membantu menjaga skin barrier dan meratakan warna kulit.
- Vitamin C oles. Antioksidan dan membantu noda gelap.
- Azelaic Acid. Sering dipilih dokter untuk jerawat dan melasma selama kehamilan.
- AHA kadar rendah seperti glycolic acid dan lactic acid dalam produk rumahan. Lihat beda AHA, BHA, dan PHA.
- Sunscreen. Sunscreen mineral dengan zinc oxide atau titanium dioxide sering disarankan karena filternya bekerja di permukaan kulit. Sunscreen kimia juga dipakai banyak ibu hamil; kalau ragu, tanyakan ke dokter.
Melasma dan sunscreen
Melasma adalah bercak cokelat di pipi, dahi, atau atas bibir yang sering muncul selama kehamilan karena perubahan hormon. Paparan matahari membuatnya lebih gelap. Langkah paling penting untuk mencegah dan mengurangi melasma adalah:
- memakai sunscreen SPF 30 ke atas dengan perlindungan UVA yang tinggi setiap pagi,
- mengulang sunscreen saat di luar ruangan,
- memakai topi atau payung saat siang hari.
Melasma kehamilan sering memudar setelah melahirkan, walau tidak selalu hilang sepenuhnya. Kalau melasma tidak membaik, diskusikan pilihan perawatan dengan dokter kulit setelah masa kehamilan dan menyusui. Cara memakai sunscreen dengan benar ada di SPF vs PA dan cara pakai sunscreen.
Contoh rutinitas sederhana selama hamil
Pagi
- Cleanser lembut.
- Serum niacinamide atau vitamin C (opsional).
- Moisturizer.
- Sunscreen.
Malam
- Cleanser.
- Serum azelaic acid atau niacinamide (opsional, setelah berdiskusi dengan dokter).
- Moisturizer.
Rutinitas sederhana membuat kamu lebih mudah memantau reaksi kulit. Kulit selama kehamilan bisa lebih sensitif dari biasanya, jadi produk lama yang dulu cocok bisa saja terasa perih.
Cara memeriksa produkmu
- Baca daftar komposisi setiap produk yang kamu pakai.
- Tandai nama-nama retinoid dan hidrokuinon dari daftar di atas.
- Pastikan semua produk punya nomor BPOM yang cocok. Caranya ada di cara cek BPOM skincare.
- Bawa daftar produkmu, atau foto kemasannya, saat kontrol kehamilan dan tanyakan ke dokter.
Halaman kandungan di glowy.id membantu kamu mencari produk berdasarkan kandungan aktif, misalnya Niacinamide atau Azelaic Acid.
FAQ
Apakah ibu hamil boleh memakai skincare?
Boleh. Sebagian besar skincare dasar seperti cleanser, moisturizer, dan sunscreen aman dipakai. Yang perlu diperhatikan adalah bahan aktif tertentu, terutama retinoid dan hidrokuinon.
Saya memakai retinol sebelum tahu hamil, apakah berbahaya?
Hentikan pemakaian dan beri tahu dokter kandunganmu. Paparan retinoid oles dalam jumlah kosmetik umumnya dianggap berisiko rendah, tapi dokter yang paling tepat menilai kondisimu.
Apakah niacinamide aman untuk ibu hamil?
Niacinamide oles umumnya dianggap aman selama kehamilan. Tetap tanyakan ke dokter kalau kamu ragu.
Apakah skincare untuk ibu hamil juga aman untuk ibu menyusui?
Sebagian besar panduannya serupa, tapi ada perbedaan untuk obat tertentu. Hindari mengoleskan produk di area payudara yang bersentuhan dengan mulut bayi, dan konsultasikan ke dokter.
Bagaimana cara mengatasi jerawat saat hamil?
Mulai dari rutinitas sederhana dan cleanser yang lembut. Untuk jerawat yang mengganggu, dokter kulit bisa meresepkan perawatan yang sesuai untuk kehamilan, seperti azelaic acid.