Beda AHA, BHA, dan PHA: Cara Memilih Eksfolian untuk Jenis Kulitmu

· 4 menit baca

Beda AHA, BHA, dan PHA dari cara kerja, kadar umum, dan jenis kulit yang cocok. Termasuk cara mulai memakai eksfolian kimia dengan aman.

AHA, BHA, dan PHA adalah tiga kelompok asam yang dipakai sebagai eksfolian kimia. Ketiganya membantu melepas sel kulit mati di permukaan, tapi cara kerjanya berbeda, dan perbedaan itu menentukan jenis kulit mana yang paling cocok. Kalau kamu bingung memilih toner atau serum eksfolian, mulai dari sini.

Kenapa perlu eksfoliasi

Kulit melepas sel mati secara alami. Kadang prosesnya melambat, dan sel mati menumpuk di permukaan. Akibatnya kulit tampak kusam, terasa kasar, dan pori lebih mudah tersumbat. Eksfolian kimia melonggarkan ikatan antar sel mati supaya lebih mudah lepas.

Eksfoliasi bukan langkah wajib. Kulit yang sedang iritasi, sangat kering, atau sensitif bisa memburuk kalau dieksfoliasi. Kalau ragu, tanya dokter kulit dulu.

AHA (alpha hydroxy acid)

AHA larut dalam air dan bekerja di permukaan kulit. Jenis yang paling umum:

  • Glycolic acid. Molekul paling kecil, paling cepat masuk ke kulit, efeknya paling terasa. Risiko perih juga paling tinggi.
  • Lactic acid. Sedikit lebih besar dan lebih lembut. Juga membantu menahan air di kulit.
  • Mandelic acid. Molekul besar, bekerja lebih pelan, sering dipilih untuk kulit yang mudah iritasi.

AHA cocok untuk kulit kusam, tekstur kasar, dan noda gelap ringan. Kulit normal sampai kering biasanya lebih nyaman dengan AHA dibanding BHA.

Produk AHA untuk pemakaian rumahan umumnya berkadar sekitar 5% sampai 10%. Kadar di atas itu dan pH yang sangat rendah lebih umum di peeling yang dilakukan di klinik.

BHA (beta hydroxy acid)

BHA yang dipakai di skincare hampir selalu salicylic acid. Lihat Salicylic Acid. Bedanya dengan AHA, salicylic acid larut dalam minyak, jadi bisa masuk ke dalam pori yang berisi sebum dan membantu membersihkannya dari dalam. Salicylic acid juga punya efek anti-inflamasi ringan.

BHA cocok untuk:

  • kulit berminyak,
  • komedo hitam dan komedo putih,
  • jerawat ringan.

Produk BHA umumnya berkadar 0,5% sampai 2%. Di cleanser, kadarnya bisa sama tapi kontaknya dengan kulit hanya sebentar, jadi efeknya lebih ringan dibanding toner atau serum yang didiamkan.

Kalau kamu alergi aspirin, tanyakan ke dokter sebelum memakai salicylic acid, karena keduanya masih berkerabat secara kimia.

PHA (polyhydroxy acid)

PHA adalah kelompok asam dengan molekul lebih besar, seperti gluconolactone dan lactobionic acid. Karena molekulnya besar, PHA masuk ke kulit lebih lambat dan efek eksfoliasinya lebih lembut. PHA juga bersifat humektan, jadi membantu kulit menahan air.

PHA cocok untuk kulit sensitif, kulit kering, atau orang yang baru pertama kali mencoba eksfolian kimia. Hasilnya lebih pelan dibanding AHA, tapi risiko iritasinya lebih kecil.

Perbandingan singkat

AHABHAPHA
ContohGlycolic, lactic, mandelicSalicylic acidGluconolactone, lactobionic acid
Larut dalamAirMinyakAir
Area kerjaPermukaan kulitPermukaan dan dalam poriPermukaan kulit, lebih pelan
Cocok untukKusam, tekstur, kulit normal-keringBerminyak, komedo, jerawat ringanSensitif, kering, pemula
IritasiSedang sampai tinggiSedangRendah

Cara mulai memakai eksfolian kimia

  1. Pilih satu produk saja. Jangan langsung memakai toner AHA dan serum BHA bersamaan.
  2. Pakai malam hari, dua sampai tiga kali per minggu.
  3. Oleskan di kulit yang sudah kering setelah cuci muka, lalu lanjutkan dengan moisturizer.
  4. Amati kulit selama dua sampai tiga minggu. Kalau tidak ada perih, kemerahan, atau mengelupas, frekuensinya bisa ditambah pelan-pelan.
  5. Pakai sunscreen setiap pagi. AHA khususnya membuat kulit lebih sensitif terhadap matahari.

Rasa sedikit geli atau hangat beberapa detik setelah dioles masih wajar. Perih yang lama, kemerahan yang tidak hilang, atau kulit yang tampak mengilap dan tipis adalah tanda eksfoliasi berlebihan. Hentikan semua eksfolian sampai kulit pulih, dan fokus ke moisturizer serta ceramide.

Kombinasi yang perlu dihindari

Eksfolian kimia sebaiknya tidak dipakai di malam yang sama dengan retinoid, terutama kalau kulitmu belum terbiasa dengan keduanya. Memakai AHA dan BHA berurutan di malam yang sama juga menambah risiko iritasi. Daftar lengkapnya ada di kandungan skincare yang tidak boleh dicampur.

Eksfolian juga sebaiknya dihentikan beberapa hari sebelum dan sesudah prosedur di klinik seperti peeling, laser, atau waxing wajah. Ikuti arahan dokter yang menanganimu.

Produk eksfolian di katalog

Eksfolian kimia paling sering hadir sebagai toner atau serum. Halaman kandungan AHA, Salicylic Acid, dan PHA memuat produk yang sudah masuk katalog glowy.id beserta nomor BPOM dan harga per ml.

FAQ

Mana yang lebih baik untuk jerawat, AHA atau BHA?

Untuk komedo dan jerawat ringan di kulit berminyak, BHA (salicylic acid) biasanya lebih sesuai karena bisa masuk ke pori. Jerawat sedang sampai berat perlu ditangani dokter kulit.

Apakah AHA dan BHA boleh dipakai bersamaan?

Beberapa produk sudah menggabungkan keduanya dengan kadar yang diatur. Kalau memakai dua produk terpisah, lebih aman bergantian di malam yang berbeda, apalagi kalau kamu masih pemula.

Berapa kali seminggu sebaiknya eksfoliasi?

Mulai dua sampai tiga kali seminggu. Sebagian orang bisa memakai eksfolian ringan setiap hari, tapi itu tergantung kadar produk dan toleransi kulitmu.

Apakah PHA cocok untuk kulit berjerawat?

PHA bisa membantu tekstur kulit dan aman untuk kulit sensitif, tapi efeknya pada pori lebih kecil dibanding BHA. Untuk komedo, BHA biasanya lebih efektif.

Apakah eksfolian kimia aman untuk ibu hamil?

AHA kadar rendah umumnya dianggap aman, sedangkan salicylic acid dan peeling kadar tinggi biasanya disarankan untuk dihindari. Konsultasikan ke dokter sebelum memakainya. Lihat skincare untuk ibu hamil.

ahabhaphasalicylic acideksfoliantoner

Artikel terkait

Semua artikel →