Retinol vs Bakuchiol: Bedanya, Mana yang Cocok untuk Kulitmu

· 4 menit baca

Retinol vs bakuchiol untuk anti-aging dan tekstur kulit. Bandingkan cara kerja, bukti penelitian, efek samping, dan cara mulai memakainya.

Retinol adalah salah satu kandungan anti-aging yang paling banyak diteliti. Masalahnya, banyak orang tidak tahan efek sampingnya di minggu-minggu awal: kering, mengelupas, perih. Bakuchiol sering dipasarkan sebagai alternatif yang lebih lembut. Artikel ini membandingkan keduanya dari sisi bukti, efek samping, dan siapa yang lebih cocok memakai yang mana.

Apa itu retinol

Retinol adalah turunan vitamin A. Di kulit, retinol diubah bertahap menjadi asam retinoat, bentuk aktif yang bekerja pada reseptor retinoid di sel kulit. Proses ini mempercepat pergantian sel dan merangsang pembentukan kolagen.

Retinol termasuk keluarga retinoid. Anggota lain yang mungkin kamu temui:

  • Retinyl palmitate. Lebih lemah dan lebih lembut dari retinol.
  • Retinal (retinaldehyde). Satu langkah lebih dekat ke asam retinoat, lebih kuat dari retinol.
  • Hydroxypinacolone retinoate (HPR). Ester retinoat yang dipasarkan sebagai versi yang lebih jarang bikin iritasi.
  • Tretinoin dan adapalene. Retinoid yang di Indonesia termasuk obat dan perlu resep atau pengawasan dokter.

Manfaat retinoid yang paling kuat buktinya adalah memperbaiki tampilan garis halus, tekstur kulit, dan noda gelap akibat matahari. Retinoid juga dipakai dokter untuk jerawat, walau untuk itu yang dipakai biasanya retinoid resep.

Apa itu bakuchiol

Bakuchiol adalah senyawa dari biji tanaman Psoralea corylifolia. Struktur kimianya berbeda dari retinol, jadi bakuchiol bukan retinoid. Bakuchiol disebut "alternatif retinol" karena dalam beberapa penelitian ia memicu perubahan ekspresi gen yang mirip dengan retinol di sel kulit.

Bukti klinisnya masih terbatas. Studi yang paling sering dikutip adalah uji kecil tahun 2019 dengan 44 peserta selama 12 minggu. Peserta yang memakai bakuchiol 0,5% dua kali sehari mengalami perbaikan garis halus dan pigmentasi yang sebanding dengan kelompok retinol 0,5% sekali sehari, dengan keluhan kulit kering dan perih yang lebih sedikit. Hasil ini menjanjikan, tapi satu studi kecil belum cukup untuk menyamakan keduanya.

Perbandingan singkat

RetinolBakuchiol
AsalTurunan vitamin AEkstrak biji tanaman
Bukti penelitianPuluhan tahun, banyak studiMasih sedikit dan kecil
Iritasi awalSering (kering, mengelupas, perih)Jarang
Waktu pakaiMalamPagi atau malam
Sensitif matahariYa, wajib sunscreenTidak terlalu, tetap pakai sunscreen
Kadar umum0,1-1%0,5-2%
KehamilanDihindariData keamanan belum cukup, tanya dokter

Kapan memilih retinol

Retinol masuk akal kalau:

  • kulitmu tidak terlalu sensitif dan tidak sedang iritasi,
  • kamu mau hasil yang lebih teruji untuk garis halus dan tekstur,
  • kamu siap melewati masa adaptasi beberapa minggu,
  • kamu konsisten memakai sunscreen setiap pagi.

Mulai dari kadar rendah, sekitar 0,1% sampai 0,3%. Pakai dua sampai tiga malam per minggu, lalu tambah frekuensinya kalau kulit tidak bereaksi. Gunakan sekitar seukuran biji kacang polong untuk seluruh wajah, hindari sudut mata, sudut hidung, dan sudut bibir.

Kalau kulit mulai kering atau mengelupas, ada dua cara yang umum dipakai: oleskan moisturizer dulu lalu retinol di atasnya, atau kurangi frekuensinya. Kombinasi dengan niacinamide dan ceramide juga membantu mengurangi iritasi.

Kapan memilih bakuchiol

Bakuchiol lebih cocok kalau:

  • kulitmu sensitif atau pernah iritasi parah karena retinol,
  • kamu mau produk yang bisa dipakai pagi hari,
  • kamu belum siap dengan masa adaptasi retinol.

Bukti untuk bakuchiol masih lebih tipis. Kalau tujuan utamamu memperbaiki tanda penuaan yang sudah jelas, diskusikan dengan dokter kulit apakah retinoid lebih sesuai.

Boleh dipakai bersamaan?

Beberapa produk menggabungkan retinol dan bakuchiol dalam satu formula. Kalau kamu memakai dua produk terpisah, tidak ada larangan khusus, tapi lebih aman memperkenalkan satu produk dulu supaya kamu tahu mana yang cocok.

Yang perlu diatur adalah kombinasi retinol dengan eksfolian kuat. Hindari memakai retinol di malam yang sama dengan AHA, BHA, atau peeling, terutama di awal. Penjelasannya ada di kandungan skincare yang tidak boleh dicampur dan beda AHA, BHA, dan PHA.

Soal kehamilan dan menyusui

Retinoid topikal, termasuk retinol, umumnya disarankan untuk dihentikan selama kehamilan. Untuk bakuchiol, data keamanan pada ibu hamil belum cukup. Kalau kamu sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau menyusui, konsultasikan ke dokter sebelum memakai keduanya. Baca juga skincare untuk ibu hamil.

Produk di katalog

Produk retinol dan bakuchiol yang sudah masuk katalog glowy.id ada di halaman Retinol dan Bakuchiol, lengkap dengan nomor BPOM dan harga per ml.

FAQ

Apakah bakuchiol sama efektifnya dengan retinol?

Satu studi kecil menemukan hasil yang sebanding untuk garis halus dan pigmentasi selama 12 minggu. Retinol didukung penelitian yang jauh lebih banyak, jadi untuk saat ini retinol tetap lebih teruji.

Umur berapa sebaiknya mulai memakai retinol?

Tidak ada umur pasti. Banyak dokter kulit menyarankan mulai di usia 20-an akhir atau 30-an untuk perawatan anti-aging, tapi keputusan ini tergantung kondisi kulit dan tujuanmu.

Apakah retinol boleh dipakai pagi hari?

Retinol sebaiknya dipakai malam hari karena sinar matahari bisa menurunkan efektivitasnya dan kulit menjadi lebih sensitif terhadap matahari. Pagi harinya wajib pakai sunscreen.

Apa itu purging karena retinol?

Purging adalah munculnya jerawat kecil di area yang memang sering berjerawat, di minggu-minggu awal pemakaian retinoid. Biasanya mereda dalam 4 sampai 6 minggu. Kalau jerawat muncul di area baru atau tidak membaik, hentikan dan konsultasikan ke dokter kulit.

Apakah bakuchiol aman untuk kulit sensitif?

Bakuchiol umumnya lebih jarang menimbulkan iritasi daripada retinol, tapi reaksi alergi tetap mungkin terjadi. Lakukan uji tempel di area kecil selama beberapa hari sebelum memakainya di seluruh wajah.

retinolbakuchiolserumanti aging

Artikel terkait

Semua artikel →