Vitamin C untuk Wajah: Bentuk Turunannya dan Cara Memilih Serum
Kenali bentuk vitamin C di skincare, dari L-ascorbic acid sampai ethyl ascorbic acid. Kadar umum, stabilitas, cara simpan, dan cara memakainya.
Serum vitamin C di pasaran bisa berisi bahan yang sangat berbeda, walau sama-sama ditulis "vitamin C" di kemasan. Ada yang berisi vitamin C murni berkadar tinggi, ada yang berisi turunannya yang lebih stabil dan lebih lembut. Mengenali bentuknya membantu kamu memilih serum yang sesuai kulit dan budget, dan menyimpannya dengan benar.
Apa yang dilakukan vitamin C di kulit
Vitamin C topikal punya tiga fungsi yang paling banyak diteliti:
- Antioksidan. Membantu menetralkan radikal bebas dari paparan sinar UV dan polusi. Vitamin C tidak menggantikan sunscreen, tapi melengkapinya.
- Noda gelap. Menghambat enzim tirosinase yang berperan dalam pembentukan pigmen, sehingga noda gelap dan warna kulit tidak rata bisa memudar bertahap.
- Kolagen. Kulit butuh vitamin C untuk membentuk kolagen. Pemakaian rutin jangka panjang dikaitkan dengan perbaikan tampilan garis halus.
Hasil pada noda gelap umumnya baru terlihat setelah beberapa minggu sampai beberapa bulan.
Bentuk-bentuk vitamin C
L-ascorbic acid (LAA)
Ini vitamin C murni dan bentuk yang paling banyak diteliti. Kadar yang umum di serum sekitar 10% sampai 20%. LAA butuh pH rendah, sekitar 3,5 atau lebih rendah, supaya bisa masuk ke kulit. Karena itu, LAA lebih mungkin terasa perih, apalagi di kulit sensitif.
Kelemahan terbesarnya adalah stabilitas. LAA mudah teroksidasi saat terkena udara, cahaya, dan panas. Serum yang sudah teroksidasi berubah warna dari bening atau kuning pucat menjadi oranye atau cokelat, dan efektivitasnya menurun.
Ethyl ascorbic acid (3-O-ethyl ascorbic acid)
Turunan yang lebih stabil, larut dalam air dan sebagian dalam minyak. Banyak dipakai di serum pencerah dengan kadar sekitar 1% sampai 3%, kadang lebih tinggi. Lebih jarang bikin perih dibanding LAA.
Sodium ascorbyl phosphate (SAP) dan magnesium ascorbyl phosphate (MAP)
Turunan yang stabil di pH lebih netral, jadi lebih lembut. Kulit perlu mengubahnya dulu menjadi bentuk aktif, sehingga efeknya lebih pelan. SAP juga punya bukti untuk membantu kulit berjerawat.
Ascorbyl glucoside
Vitamin C yang diikat dengan glukosa. Stabil dan lembut, sering muncul di produk pencerah dari Jepang dan Korea.
Ascorbyl tetraisopalmitate (tetrahexyldecyl ascorbate)
Turunan yang larut dalam minyak. Sering ada di serum berbasis minyak atau krim. Teksturnya lebih cocok untuk kulit normal sampai kering.
Ringkasan
| Bentuk | Stabilitas | Iritasi | Cocok untuk |
|---|---|---|---|
| L-ascorbic acid | Rendah | Lebih tinggi | Kulit tidak sensitif, ingin hasil yang paling teruji |
| Ethyl ascorbic acid | Tinggi | Rendah-sedang | Noda gelap, kulit normal |
| SAP / MAP | Tinggi | Rendah | Kulit sensitif, berjerawat |
| Ascorbyl glucoside | Tinggi | Rendah | Pemula, kulit sensitif |
| Ascorbyl tetraisopalmitate | Tinggi | Rendah | Kulit kering |
Cara memilih serum vitamin C
- Lihat bentuknya di daftar komposisi. "Vitamin C 20%" di kemasan bisa berarti LAA atau turunan. Nama di INCI yang menentukan.
- Cek kemasannya. LAA sebaiknya dijual dalam botol gelap atau kedap udara. Botol bening dengan pipet terbuka mempercepat oksidasi.
- Pilih ukuran yang realistis. Untuk LAA, ukuran kecil yang habis dalam satu sampai dua bulan lebih aman daripada botol besar yang keburu teroksidasi. Ini pengecualian dari aturan "ukuran besar lebih hemat" yang dibahas di cara hitung harga per ml.
- Cek BPOM. Lihat cara cek BPOM skincare.
Cara memakai dan menyimpan
- Pakai di pagi hari setelah cuci muka dan toner, sebelum moisturizer dan sunscreen.
- Mulai sekali sehari, atau dua hari sekali kalau kulitmu sensitif.
- Simpan di tempat sejuk dan gelap, tutup rapat setelah dipakai.
- Kalau serum LAA sudah berubah oranye tua atau cokelat, ganti.
Vitamin C bisa dipakai bersama niacinamide. Yang sebaiknya dipisah adalah LAA dengan AHA/BHA dan retinol, dengan cara memakai vitamin C di pagi hari dan bahan lainnya di malam hari. Detailnya di kandungan skincare yang tidak boleh dicampur.
Kalau kulitmu perih, memerah, atau gatal setelah memakai vitamin C, coba bentuk turunan yang lebih lembut. Kalau kamu punya kulit sangat sensitif atau rosacea, konsultasikan ke dokter kulit dulu.
Produk vitamin C di katalog
Halaman Vitamin C di glowy.id memuat semua produk dengan kandungan ini, lengkap dengan nomor BPOM dan harga per ml.
FAQ
Kenapa serum vitamin C berubah warna?
L-ascorbic acid teroksidasi saat terkena udara, cahaya, atau panas, lalu berubah oranye atau cokelat. Serum yang sudah gelap tidak lagi seefektif saat baru. Turunan vitamin C yang stabil lebih jarang berubah warna.
Vitamin C dipakai pagi atau malam?
Pagi lebih umum, karena perannya sebagai antioksidan melengkapi sunscreen. Kalau kamu memakai vitamin C di malam hari, tidak ada masalah, asal tidak bersamaan dengan bahan yang membuat kulitmu iritasi.
Apakah vitamin C bikin kulit sensitif terhadap matahari?
Tidak. Vitamin C justru membantu melindungi dari kerusakan akibat matahari. Kamu tetap wajib memakai sunscreen.
Apakah serum vitamin C cocok untuk kulit berjerawat?
Bisa, terutama untuk noda gelap bekas jerawat. Sodium ascorbyl phosphate punya bukti yang mendukung untuk kulit berjerawat. Untuk jerawat aktif yang meradang, konsultasikan ke dokter kulit.
Berapa kadar vitamin C yang efektif?
Untuk L-ascorbic acid, sebagian besar studi memakai 10% sampai 20%. Untuk turunannya, kadar efektifnya berbeda-beda dan biasanya lebih rendah, jadi angka persen antar bentuk tidak bisa dibandingkan langsung.